Bali Dalam Persaingan Globalisasi

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal tidak hanya di dalam negri akan tetapi secra kancah global. Bagaimana tidak, bali dikenal sebagai sebuah permata yang sangat amat terjaga. Hal ini lantaran keindahan alam yang dimiliki oleh pulau yang disebut sebagai pulau dewata tersebut. Alasan ini juga karena mereka sangat terpesona dengan keindahan pantai Bali yang sangat sulit mereka temukan di Negara Asal mereka.  Bukan hanya itu, karena penduduk Bali itu hampir semuanya ramah dan murah senyum, alasan ini juga menjadi pertimbangan untuk mereka yang sudah pernah ke Bali dan membuatnya ingin kembali lagi kesini. Keamanan yang terjamin di Bali juga membuat wisatawan yakin untuk datang ke Bali.

Bali juga mempuyai berbagai macam destinasi wisata yang membuat orang tidak pernah bosan untuk berkunjung kesitu. Bisa dikatakan bahwa bali memiliki sejuta pesona, yang menyebabkan orang tidak pernah bosan untuk melakukan travelling di bali. Bayangkan saja bali tidak hanya memiliki pantai tapi juga gunung-gunung yang menjulang tinggi nan indah, danau danau yang terdiam bersinar, dan padang padang nan hijau yang sangat memukau mata. Dapat di katakana bahwa bali sangatlah komplit sebagai sebuah destinasi wisata. Kita dapat tinggal berbulan bulan dan tidak pernah berhenti terkejut dengan kejutan alam alam nan indah di Bali.

Tidak hanya destinasi wisata, Bali juga dikenal sangat kental dengan adat dan budayanya yang unik. Budaya di Bali memang bisa dikatakan terlestarikan dari generasi ke generasi. bukan karena banyaknya wisatawan yang mengunjunginya, melainkan memang komitmen dari warga Bali yang akan terus mempertahankan kebudayaanya sehingga menjadi ciri khas dari Bali sendiri. Hal tersebut adalah daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama yang berasal dari luar Indonesia. Pura pura kuno, dan juga pahatan patung di bali sangat menarik untuk dilihat oleh para wistaawan mancanegara. Hal inipun dapat menjadi alternative jika saja mereka sudah bosan pergi ke pantai pantai dan gunung gunung di Bali.

Akan tetapi lama kelamaan Bali mendapatkan banyak sekali pesaing pesaing yang Baru. Pada zaman sekarang banyak sekali tempat tempat wisata yang menyaingi keindahan dari pulau Bali. Tidak dapat dipungkiri mayoritas turis asing yang datang ke Bali datang karena iklim tropis yang sangat mereka sukai. Akan tetapi sekarang ada banyak pantai pnatai tropis indah pesaing bali dari dalam dan luar Indonesia. Kita sebut saja Raja Ampat, Raja Ampat tidak kalah indah dari Bali jika kita membicarakan keindahan alam. Dan jika kita ingin contoh dari luar Indonesia ada pulau Maladewa atau lebih dikenal sebagai Maldives. Pulau Maldives menjadi destinasi pilihan berbagai selebriti dan bintang bintang film, karena keindahan alamnya yang lebih bagus dari Bali.

Seperti yang kita ketahui diatas, pada zaman ini Bali sudah memiliki banyaak sekali pesaing yang tidak kalah indahnya. Jika pemerintah tidak melakukan tindakan tindakan yang tepat bukan tidak mungkin, bahwa orang orang akan mulai melupakan Bali yang dulunya adalah seorang primadona diantara destinasi wisata lainya. Akan tetapi pemerintah juga sudah bersikap sigap dan melakukan perbaikan agar Bali bisa menjadi destinasi wisata yang terbaik di dunia. Tindakan yang pertama adalah periklanan, pemerintah Indonesia melalui kemenpar sudah melakukan advertising yang jor joran melalui wonderful indonesia dan visit Indonesia. Dalam era globalisasi ini iklan sangatlah berpengaruh bagi suatu daerah.

Yang kedua adalah Bali yang makin terbuka dengan budaya budaya barat, akan tetapi tidak merubah keaslian dan keindahan adat dan budaya asli Bali. Sontoh yang plaing barunya adalah dipindahnya festival electronic dance music yang plaing besar di dunia yaitu DWP ke Bali. DWP yang dulunya dikenal sebagai Djakarta Warehouse Project, mengalami penolakan yang keras di Jakarta, akan tetapi event tersebut diterima di Bali dan berganti nama menjadi Dewata Warehouse Project. Dengan adanya event event tersebut sudah dapat dipastikan bali makan banyak didatangi wisatawan. Dengan itulah Bali dapat bersaing di era Globalisasi yang sulit ini.

Tips dan Trick salami menjalankan usage pariwisata

Sektor pariwisata merupakan suatu sektor usaha yang sangat teramat mengiurkan. Walaupun bukan usaha yang memang paling panas pada saat ini akan tetapi para wirausaha yang bergerak dalam sektor pariwisata memiliki omset yang mengiurkan. Hal tersebutpun membuat banyak sekali orang tersedot untuk berkecimpung dalam industri pariwisata. Akan tetapi banyak sekali dari mereka yang gagal dalam usaha mereka hanya beberapa yang dapat meraih kesuksesan dan sisannya hanya mendapat keuntungan yang biasa biasa saja. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa bidang tersebut tetap memeliki resiko yang besar, bukan pencetak uang tanpa sedikitpun resiko. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa sektor pariwisata memiliki omset yang sangat besar, dan mengapa ada banyak orang yang gagal ketika berkecimpung dalam bisnis di sektor pariwisata.

Bisnis pariwisata dipengaruhi beberapa faktor, yaitu yang pertama adalah faktor strategis, banyak orang asal memulai usaha tanpa memiliki konsep yang matang. Hal terebutpun mengakibatkan kerugian yang sangat fatal, karena mereka tidak memiliki suatu grup konsumen jelas yang mengakibatkan kelabilan dalam menjalankan usaha. Contohnya saja jika kita membuka sebuah restoran super mewah dikawasan backpacker tentu saja, sebagus apapun service, tempat, dan view yang kita miliki usaha kita pasti akan sepi. Bahkan jika kita memiliki jajaran menu makanan yang super lezat hal tersebut hanya sedikit membantu pemasukan yang didapat. Hal tersebut lantaran para backpacker tersebut tidak mampu mengeluarkan uang dalam jumlah besar sehingga usaha tersebut dapat dibilang salah sasaran.

Faktor kedua adalah faktor periklanan, sebaik apapun kualitas service atau kualitas makanan yang dimiliki, tanpa periklanan yang cukup baik restoran tersebut mungkin tetap akan sepi. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Secara singkat meskipun kita meiliki kualitas terbaik dari segala aspek dari service, view hingga makanan, akan tetapi apa gunanya hal tersebut jika tidak diketahui orang. Kita tidak bisa mendapatkan customer hanya dengan mengandalkan kualitas, kita perlu melakukan iklanisasi agar orang orang tahu akan tempat yang kita buat dan memikat mereka untuk datang ke tempat tersebut.

Faktor terakhir adalah faktor konsep, dengan adanya konsep yang unik dan matang, orang orang akan tertarik dengan konsep tersebut, dengan umpan hal tersebut kita dapat menarik perhatian orang orang tersebut dan mengandalkan keingintahuan mereka untuk datang ketempat kita, belum lagi jika keunikan tersebut menyababkan keviralan di social media mengingat perilaku para generasi millennial. Maka konsep menjasi salah satu dari 3 faktor terpenting dalam usaha pariwisata.

Menurut opini saya hal terbaik untuk meraih kesuksesan dalam industry pariwisata adalah memenuhi ketiga konsep tersebut. Dengan terpenuhinya semua faktor faktor tersebut 90% kemungkinan kita dapat meraih kesuksesan dan mendapat profit yang terbilang cukup besar. Akan tetapi kita juga harus mempertimbangkan modal yang kita punya dan menyesuaikan ketiga faktor tersebut dengan modal yang kita punya. Demikian adalah analisa dari penulis.

Dampak Industrial Revolution 4.0 Terhadap Sektor Pariwisata

Industrial revolution 4.0 adalah revolusi Industri yang keempat. Revolusi industry pertama merupakan yang paling terkenal berupa penemuan mesin uap di Inggris oleh ilmuwan james Watt. Setelah itu terjadi 2 lagi revolusi industry, sebelum industrial revolution 4.0 terjadi 2 lagi revolusi industry yaitu listrik dan computer. Jadi apa yang dihasilkan oleh semua revolusi tersebut. Revolusi industry menyebabkan banyak sekali orang kehilangan pekerjaanya terutama kuli kuli kelas bawah. Hal tersebutpun sempat menyebabkan kericuhan di Inggris yang kemudian menyebar di Eropa. Sedangkan revolusi yang kedua membuahkan hasil tenaga listrik industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Hal inipun menyebabkan kematian dari suatu era, akhir dari 200 tahun mesin uap berkuasa.

Revolusi Industry yang ketiga mirip halnya dengan revolusi yang pertama, revolusi tersebut memakan korban tenaga kerja manusia sama seperti fenomena yang disebabkan oleh mesin uap. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang. Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

Komputer pertamanya merupakan sebuah komoditas khusus bagi orang orang yang kaya, akan tetapi pada saat perang dunia dua, Nazi mengunakan salah satu computer pertama di dunia untuk mengirimkan sandi. Setelah itu seorang matematikawan asal Inggris alan Turing membuat mesin untuk memecahkan sandi Nazi tersebut. Hasil kerjanya itulah yang akan menjadi nenek moyang bagi komputer yang kita ketahui. Walaupun memang banyak tenaga manusia yang tersingkir, tetapi tenaga kerja manusia masih sangat dibutuhkan dalam sektor sektor tertentu.

Sub – German troops marching through occupied Warsaw during World War Two, Poland, circa 1939. (Photo by FPG/Getty Images)

Sekarang, mari kita membahas Industrial revolution 4.0 (revolusi industry keempat). Apakah revolusi tersebut akan kembali mengusur banyak hal? Secara singkat revolusi industry keempat dikenal dengan sebutan “the internet of things” atau internet dalam segala hal. Hal tersebut sgatlah terlihat, dalam zaman millennial ini, dapat kita lihat hampir semua orang tidak bisa hidup tanpa internet. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa internet amat sangat membantu hidup kita, banyak juga orang yang mengandalkan internet untuk mencari uang dan memperbesar usaha mereka, sector pariwisata juga dipengaruhi oleh internet sama seperti hal lainya.

Interenet seperti yang kita ketahui sangatlah berpengaruh, dengan pengaruh besar tersebut sangatlah mudah bagi negara dan orang orang pariwisata untuk mempromosikan berbagai destinasi destinasi wisata. Bayangkan saja jika salah satu destinasi di Indonesia menjadi viral, tidak hanya pemerintah yang mendapatkan banyak keuntungun tapi juga para pengusaha pengusaha pariwisata di sekitar lokasi tersebut. Belum lagi kemudahan yang didapat oleh para wisatawan untuk melakukan berbagai reset dan booking pada saat mereka berlibur. Hal tersebutpun meyakinkan mereka untuk pergi tanpa ragu karena tidak perlu bersusah payah menelfon berbgaai tempat yang menguras tenaga. Jadi dapat kita lihat memang sepertinya internet tidak memiliki satupun dampak negative terhadap sector pariwisata. Akan tetapi hal tersebut hanyalah persepsi yang salah.

Internet memang sangat bermanfaat, akan tetapi sering kali disalah gunakan oleh orang untuk melakukan hal bodoh. Salah satunya adalah para wisatawan-wisatawan yang merusak objek wisata hanya untuk sensasi sementara. Mereka tidak memikirkan efek jangka panjang dari kelakuan mereka tersebut. Salah satu contohnya adalah turis yang mengukir nama di terumbu karang Raja Ampat, sontak saja aksi tersebut langsung mendapatkan kecaman dari berbagai orang di internet. Satu lagi aksi yang sangat merugikan adalah orang adalah orang orang yang suka memberikan fake rating, hal tersebut dapat mempengaruhi persepsi banyak wisatawan wisatawan dan membuat temat wisata tersebut dijauhi padahal mungkin tempat tersebut merupakan permata yang tersembunyi dan tak pernah ternodai. Kesimpulanya adalah memang internet sangat amat berpengaruh terhadapap sector pariwisata

Travel Digital in Millennial Era

Bagian pariwisata merupakan salah satu sumber pemasukan pokok negara kita. Indonesia tidak hanya dikenal sebagai sebuah negara yang kaya akan hasil tambang dan hasil hutanya, melainkan juga kaya akan keindahan alamnya. Bukan hal aneh saat kita melihat banyak wisatawan manca negara yang datang untuk berwisata di negeri kita tercinta ini. Pada tahun 2018 Indonesia dikunjungi oleh 1,2 juta wisatawan asing, angka tersebut belum termasuk wisatawan local yang juga memiliki jumlah yang besar. Pada 2018 Indonesia memiliki pendapatan devisa sebesar 16 milliar dollar AS. Tidak dapat dipungkri sektor pariwisata sangat menopang ekonomi Indonesia, akan tetapi akankah hal itu tetap sama di zaman milenial ini. Akankah pariwisata negara kita akn berkembang, atau akan anjlok.

Bagian pariwisata merupakan salah satu sumber pemasukan pokok negara kita. Indonesia tidak hanya dikenal sebagai sebuah negara yang kaya akan hasil tambang dan hasil hutanya, melainkan juga kaya akan keindahan alamnya. Bukan hal aneh saat kita melihat banyak wisatawan manca negara yang datang untuk berwisata di negeri kita tercinta ini. Pada tahun 2018 Indonesia dikunjungi oleh 1,2 juta wisatawan asing, angka tersebut belum termasuk wisatawan local yang juga memiliki jumlah yang besar. Pada 2018 Indonesia memiliki pendapatan devisa sebesar 16 milliar dollar AS. Tidak dapat dipungkri sektor pariwisata sangat menopang ekonomi Indonesia, akan tetapi akankah hal itu tetap sama di zaman milenial ini. Akankah pariwisata negara kita akn berkembang, atau akan anjlok.

Dimana ada sesuatu yang tumbuh pasti ada juga yang mati, hal itu sangatlah akurat dalam masa digital ini. Banyak sekali sektor seltor yng terpuruk dan hampir gelar tikar karena efek era digital ini, akan tetapi banyak juga yang malah berkembang cepat. Zaman millennial sangatlah berpengaruh kepata travel digital, mengingat zaman milenial adalah zaman yang serba digital. Tidak mengangetkan bila sektor pariwisata mengalami pelonjakan yang sangat signifikan. Dapat kita lihat bahwa pada dari tahun 2018 sampai 2019 terdapat pertumbuhan sebesar 4,8 % terhadapa angka turis manca negara yang masuk ke Indonesia. Menurut prediksi penulis zaman millennial akan menaikan angka itu secara jauh lebih signifikan. Kenapa hal itu bias terjadi? Hal itu disebabkan oleh zaman millennial yang juga merupakan era digital. Era digital mempunyai dua factor yang membantu peningkatan tersebut yang pertama adalah factor kemudahan dan yang kedua adalah faktor periklanan.

berbagai social media

Factor pertama yaitu kemudahan membuat orang orang yang ingin berkunjung tidak ragu untuk mendatangi Indonesia. Mereka dapat dengan mudah membeli tiket pesawat serta hotel, mereka cukup menyusuri internet tanpa perlu susah payah menelepon. Selain itu mereka juga dapat mengecek berbagai destinasi yang indah dan mempesona dari internet. Hal ini membuat wisatawan tidak berpikir dua kali untuk berwisata. Hal tersebut benar benar terbukti, pada tahun 2018 74 % dari wisatawan asing yang dating ke Indonesia mengunakan internet dan berbagai aplikasi smartphone lainya. Sedangkan untuk wisatawan dalam negeri baru 50 % dimana angka tersebut didominasi oleh kaum millennial.

Factor kedua yaitu periklanan, dengan adanya era digital ini semua hal dapat disebarkan dengan sangat cepat, hamper semua orang memiliki sosial media, bahkan banyak orang yang tidak bias terlepas dari hal tersebut. Hal tersebut mempermudah usaha pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk mengiklankan keindahan alam Indonesia serta produk produk mereka. Bayangkan saja hampir semua orang di dunia ini memeliki social media seperti Instagram dan Facebook, hal terebut sangatlha memudahkan untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Hal ini bukanlah hal yang susah dilakukan mengingat banyaknya post post yang menjadi sangat viral hinnga mengemparkan dunia social media.

Berkat 2 factor tersebut sector pariwisata mengalami kemajuan yang signifikan, akan tetapi mereka masi harus beradaptasi dengan mayoritas konsumen, yaitu kaum millennial. 50 % dari para wisatawan merupakan wisatawan millennial, angka tersebut tergolong cukup tinggi. Oleh sebab itu harus ada adaptasi untuk memenuhi keinginan dan kesukaan mereka. Contohnya salah satu tipe travel yang disukai milenial ada budget travel. Budget travel merupakan bentuk wisata dengan biaya murah yang mencakup akomodasi dan transportasi. Istilah tersebut cukup populer di kalangan milenial. Bagi milenial, pergi wisata ke berbagai tempat dengan spot menarik atau instagenic telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup.  Biasanya, wisatawan milenial menggemari wisata petualangan, eksplorasi, dan perjalanan darat. Diharapkan sector pariwisata dapat beradaptasi dan memnuhi tuntutan tuntutan dari kaum millennial.

Backpacker merupakan salad sat budget travel

Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa zaman millennial membawa keuntungan yang sangat besar kepada sector pariwisata. Akan tetapi malah banyak orang yang berwisata dan mecoba merusak objek wisata tersebut, hal ini sangatlah menyayat hati. Mereka melakukanya hanya demi mencari sensasi sesaat tanpa memikirkan dampaknya pada lingkungan. Penulis berharap bahwa kedepanya para wisatawan bias lebih dewasa dan sektor pariwisata dapat lebih berkembang.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started