Industrial revolution 4.0 adalah revolusi Industri yang keempat. Revolusi industry pertama merupakan yang paling terkenal berupa penemuan mesin uap di Inggris oleh ilmuwan james Watt. Setelah itu terjadi 2 lagi revolusi industry, sebelum industrial revolution 4.0 terjadi 2 lagi revolusi industry yaitu listrik dan computer. Jadi apa yang dihasilkan oleh semua revolusi tersebut. Revolusi industry menyebabkan banyak sekali orang kehilangan pekerjaanya terutama kuli kuli kelas bawah. Hal tersebutpun sempat menyebabkan kericuhan di Inggris yang kemudian menyebar di Eropa. Sedangkan revolusi yang kedua membuahkan hasil tenaga listrik industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Hal inipun menyebabkan kematian dari suatu era, akhir dari 200 tahun mesin uap berkuasa.

Revolusi Industry yang ketiga mirip halnya dengan revolusi yang pertama, revolusi tersebut memakan korban tenaga kerja manusia sama seperti fenomena yang disebabkan oleh mesin uap. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang. Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

Komputer pertamanya merupakan sebuah komoditas khusus bagi orang orang yang kaya, akan tetapi pada saat perang dunia dua, Nazi mengunakan salah satu computer pertama di dunia untuk mengirimkan sandi. Setelah itu seorang matematikawan asal Inggris alan Turing membuat mesin untuk memecahkan sandi Nazi tersebut. Hasil kerjanya itulah yang akan menjadi nenek moyang bagi komputer yang kita ketahui. Walaupun memang banyak tenaga manusia yang tersingkir, tetapi tenaga kerja manusia masih sangat dibutuhkan dalam sektor sektor tertentu.

Sekarang, mari kita membahas Industrial revolution 4.0 (revolusi industry keempat). Apakah revolusi tersebut akan kembali mengusur banyak hal? Secara singkat revolusi industry keempat dikenal dengan sebutan “the internet of things” atau internet dalam segala hal. Hal tersebut sgatlah terlihat, dalam zaman millennial ini, dapat kita lihat hampir semua orang tidak bisa hidup tanpa internet. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa internet amat sangat membantu hidup kita, banyak juga orang yang mengandalkan internet untuk mencari uang dan memperbesar usaha mereka, sector pariwisata juga dipengaruhi oleh internet sama seperti hal lainya.

Interenet seperti yang kita ketahui sangatlah berpengaruh, dengan pengaruh besar tersebut sangatlah mudah bagi negara dan orang orang pariwisata untuk mempromosikan berbagai destinasi destinasi wisata. Bayangkan saja jika salah satu destinasi di Indonesia menjadi viral, tidak hanya pemerintah yang mendapatkan banyak keuntungun tapi juga para pengusaha pengusaha pariwisata di sekitar lokasi tersebut. Belum lagi kemudahan yang didapat oleh para wisatawan untuk melakukan berbagai reset dan booking pada saat mereka berlibur. Hal tersebutpun meyakinkan mereka untuk pergi tanpa ragu karena tidak perlu bersusah payah menelfon berbgaai tempat yang menguras tenaga. Jadi dapat kita lihat memang sepertinya internet tidak memiliki satupun dampak negative terhadap sector pariwisata. Akan tetapi hal tersebut hanyalah persepsi yang salah.

Internet memang sangat bermanfaat, akan tetapi sering kali disalah gunakan oleh orang untuk melakukan hal bodoh. Salah satunya adalah para wisatawan-wisatawan yang merusak objek wisata hanya untuk sensasi sementara. Mereka tidak memikirkan efek jangka panjang dari kelakuan mereka tersebut. Salah satu contohnya adalah turis yang mengukir nama di terumbu karang Raja Ampat, sontak saja aksi tersebut langsung mendapatkan kecaman dari berbagai orang di internet. Satu lagi aksi yang sangat merugikan adalah orang adalah orang orang yang suka memberikan fake rating, hal tersebut dapat mempengaruhi persepsi banyak wisatawan wisatawan dan membuat temat wisata tersebut dijauhi padahal mungkin tempat tersebut merupakan permata yang tersembunyi dan tak pernah ternodai. Kesimpulanya adalah memang internet sangat amat berpengaruh terhadapap sector pariwisata